UKHTI, JANGAN KAU TUKAR CINTA AYAHMU



Dia adalah akhwat yang shalihah, puteri bagi ayah yang sangat mencintainya.
Di medsos, ia sangat kagum dengan seorang ikhwan yang tampak shalih dan pintar. Akunnya banyak berisi nasehat dan ilmu.
Setiap kali si ikhwan ini posting, dia selalu memberikan komentar dan kadang bertanya.
Si ikhwan biasanya menjawab pertanyaannya di kolom komentar, tapi hari itu dia mengirimkan DM (Direct Message) dan memberikan jawaban secara langsung.

Si akhwat pun sangat gembira, dia merasa senang sekali mendapatkan DM dari si ikhwan. Dia merasa spesial.
Dari situ si ikhwan mulai meminta nomer hape si akhwat. Dan komunikasi pun berlanjut via WhatsApp.

Awalnya membahas agama, lalu mulai membahas pribadi dan jadi ajang curhat. Hingga akhirnya si ikhwan pun mulai berani melakukan “video call”, celakanya si akhwat pun menerimanya dengan senang dan bahagia.

Mereka mulai berbicara layaknya suami isteri via smartphone, saling berbalas dengan romantisme semu dan cinta berbalut syahwat.
Hingga akhirnya setan pun semakin berjaya, dia berhasil mempertemukan keduanya dalam dunia nyata, setelah tentunya keduanya janjian di salah satu rumah makan.

Di situ, si ikhwan mulai mengeluarkan rayuan maut. Dia berkata :
أتعلمين أنك تختلفين عن كل النساء؟
“Kamu tahu tidak, kalo kamu itu berbeda dengan wanita² lainnya?”
Si akhwat dengan tersipu menjawab :
هل جربت كل النساء؟
“Apakah kamu pernah mencoba semua wanita?”

Si ikhwan menjawab :
“Sama sekali tidak. Hanya kamu seorang yang pernah kutemui dan kamu sangatlah spesial”

Si akhwat semakin berbinar², ia lalu bertanya :
وهل وجدتني كما تخيلت؟
“Apakah aku seperti yang kamu bayangkan?”
Si ikhwan menjawab :
بل أجمل مما يتخيله بشر وما يتمناه عاشق
“Bahkan lebih cantik dari yang pernah dibayangkan manusia dan diidamkan para perindu”
Si akhwat jadi semakin tergila².
Dia yakin, bahwa ikhwan tsb adalah pria idamannya.
Dia lupa, bahwa ketika si ikhwan ini mulai memperlakukannya seperti isteri tanpa ikatan pernikahan, maka dia sejatinya adalah ikhwan yang tidak layak dijadikan suami.

Ayahnya pun tahu hubungan terlarang ini. Dia pun melarang puterinya dari berhubungan dengan si pria tsb. Sang ayah menasehatinya dengan penuh kasih sayang namun dengan ketegasan.

Celakanya, cinta buta sudah menutupi akal si akhwat. Dia lupa bahwa ayahnya adalah pria yang lebih menyayanginya dari pria manapun di dunia ini.
Dia lebih memilih pria yang baru ia kenal dan rela meninggalkan ayahnya yang sampai bercucuran air mata. Air mata lelaki itu takkan tumpah melainkan karena rasa sayang yang sangat kuat.

Ironis, ia pun kawin lari dengan si ikhwan tersebut. Menikah tanpa restu dan ridha dari sang ayah, walinya yang sah, pria yang telah terbukti dalam memberikan cintanya.

Apa yang terjadi setelah 1 bulan pernikahan tidak berkah ini??
Si akhwat tersebut mendapati bahwa sudah banyak wanita yang dirayu dan digoda oleh suaminya dengan kepalsuan dan gombal hina.

Ia pun tersadar, bahwa ia selama ini terbutakan dengan cinta palsu dan rayuan membinasakan dari si pria penipu. Setelah menikah tak ada lagi cinta seperti awal mula, bagian tak ada yang tersisa kecuali hanya sikap dingin, pengabaian dan penelantaran.

Akhirnya dalam usia pernikahan tidak sampai 6 bulan, ia pun ditinggalkan begitu saja dalam keadaan hamil, terluka dan tak terurus.
Ketika si ayah mendengar keadaan putrinya, ia segera mencari putrinya hingga berhasil menemuinya. Ia pun mendekapnya dengan penuh kasih sayang.
Si akhwat tersebut menangis sesengukan, segala penyesalan semakin membuncah melewati rongga dada hingga ia terisak keras histeris.
Ia berteriak² meminta maaf kepada ayahnya. Sang ayah pun memeluknya dengan kasih sayang, dan menghiburnya….
“tenang puteriku, ayah ada di sini!”

Wahai Akhawat…
Sebelum kau meletakkan hatimu ke dalam pria lain, ketahuilah bahwa dirimu sudah terisi di dalam rongga hati ayahmu…

📌Diadaptasi dari kisah nyata di laman FB khawâthir al-Untsâ oleh @abinyasalma


Related articles

Silakan berikan tanggapan...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: