Pilihan Allahlah Yang Terbaik

 May, 30 - 2015   no comments   Sharing BermanfaatTazkiyatun Nafsi

🍃 Islam agama yang disyariatkan oleh Allah, adalah agama yang sempurna aturan syariatnya dalam menjamin kemaslahatan bagi umat Islam serta membawa mereka meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Apasaja yang telah Allah tetapkan sebagai ketentuan syariat yang mengatur seluruh sisi kehidupan manusia, maka itu semua adalah kebaikan adanya.

🌴Dan tidak pantas bagi setiap orang beriman untuk menolaknya. Allah berfirman,
وما كان لمؤمن ولا مؤمنة إذا قضى الله ورسوله أمرا أن يكون لهم الخيرة من أمرهم ومن يعص الله ورسوله فقد ضل ضلالا مبينا.
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Al-Ahzab:36)

🌴Allah telah menyempurnakan aturan Islam sebagai pegangan bagi kaum Muslimin. Tidak ada yang kurang dalam syariat Islam. Allah  berfirman,
(الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا)
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, serta telah Ku-ridhai Islam itu sebagai agamamu” (Al Maaidah:3).

Imam Ibnu Katsir berkata, “Ini adalah nikmat/anugerah Allah تعالى yang terbesar bagi umat Islam, karena Allah  telah menyempurnakan agama ini bagi mereka, sehingga mereka tidak butuh kepada agama selain Islam, juga tidak kepada nabi selain nabi mereka (nabi Muhammad) صلى الله عليه وسلم. Oleh sebab itulah, Allah menjadikan beliau sebagai penutup para nabi dan mengutus beliau kepada (seluruh umat) manusia dan jin, maka tidak sesuatu yang halal kecuali yang  Rasululloh صلى الله عليه وسلم halalkan (dengan wahyu dari Allah Ta’ala), tidak ada sesuatu yang haram kecuali yang beliau haramkan, dan tidak ada agama kecuali yang beliau syariatkan. Dan segala sesuatu yang beliau Rasululloh sampaikan adalah benar dan jujur, tidak ada kedustaan dan kebohongan padanya, Allah berfirman,

{وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ}
“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Al-An’aam:115).

Yaitu: (kalimat) yang benar dalam semua beritanya serta adil dalam segala perintah dan larangannya.

🌴Sehingga sudah sepantasnya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk patuh pada aturan Allah, dan menerimnaya dengan penuh ridho dan lapang dada.

🌴Hal ini menunjukkan kesempuranaan imannya kepada Allah dan kepasrahan kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana perintah Allah kepada kaum Mukminin untuk menyempurnakan ketundukannya kepada syariat dan ketetapan Allah yang telah dibawa oleh Rasulullah.

Allah berfirman:
فلا وربك لا يؤمنون حتى يحكموك فيما شجر بينهم ثم لا يجدوا في أنفسهم حرجا مما قضيت ويسلموا تسليما.
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”(An-Nisa:65)

Hal ini semua diakarenakan hanya Allah yang mengetahui segala bentuk kebaikan dan kesudahan dia pada akhirnya.

🌴Allah yang mengetahui segala rahasia kebaikan dan keburukan. Allah yang mengetahui darimana dan kemana datangnya kebaikan dan keburukan. Allah berfirman:
كتب عليكم القتال وهو كره لكم وعسى أن تكرهوا شيئا وهو خير لكم وعسى أن تحبوا شيئا وهو شر لكم والله يعلم وأنتم لا تعلمون.
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqoroh:216)

🌴Dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
“ذاق طعم الإيمان من رضي بالله ربا وبالإسلام ديناً وبمحمد رسولاً”
“Akan merasakan kelezatan iman (kesempurnaan iman), orang yang ridha pada Allah Ta’ala sebagai Rabbnya dan islam sebagai agamanya serta Nabi Muhammad sebagai rasulnya“(HR Muslim, 34)

🌴 Ibnul Qayyim رحمه الله berkata, “Manusia itu, sebagaimana telah dijelaskan sifatnya oleh Yang menciptakannya. Pada dasarnya ia suka berlaku zalim dan bersifat bodoh. Oleh sebab itu, tidak sepantasnya dia menjadikan kecenderungan dirinya, rasa suka, tidak suka, ataupun kebenciannya terhadap sesuatu sebagai standar untuk menilai perkara yang berbahaya atau bermanfaat baginya. Akan tetapi sesungguhnya standar yang benar adalah apa yang Allah pilihkan baginya, yang hal itu tercermin dalam perintah dan larangan-Nya…” (Al-Fawa’id, hal. 89).
🌴Jika kita sudah yakin, maka nikmat  Allah manalagi yang kita dustakan…?
🌴Jika kita sudah tunduk dan patuh, maka Aturan Allah manalagi yang kita beratkan…? Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.

🍃Abu Yusuf Masruhin

🌴.🌱🌺🌻💥🍒💥🌻🌺🌱.🌴


Related articles

Silakan berikan tanggapan...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: