Category Archives: Pembelaan

Next Page

PENJELASAN SYAIKH SALIM ATH-THAWIL TENTANG VONIS BID’AH TERHADAP SYAIKH ALI AL-HALABI

Pertanyaan :
“Bagaimana bisa setelah Syaikh Rabî’ meminta kepada Sâlim ath-Thawîl untuk menvonis bid’ah ‘Alî al-Hasan Halabî, kemudian beliau meminta kepadanya untuk mempublikasikan bantahan terhadap al-Halabî, namun setelah Syaikh Sâlim kembali ke Kuwait dia malah mengatakan bahwa Syaikh Rabî tidak mengharuskan dia turut menvonis bid’ah ‘Alî Hasan al-Halabî?”

Jawaban :
Bisa jadi sang penanya tidak tahu apa makna “manhaj” sehingga ia mengira bahwa apabila saya tidak menyepakati Syaikh Rabî’ di dalam menghukumi bid’ah seseorang secara spesifik, otomatis saya menjadi orang yang menyelisihi manhaj beliau atau menjadi orang yang tidak diridhainya…!!
Saya berani menyatakan dengan pasti tanpa ada ragu sedikitpun bahwa Syaikh Rabî’ tidak pernah berpendapat seperti ini.

Continue Reading →

PERTEMUAN SYAIKH ‘ALÎ AL-HALABÎ DENGAN SYAIKH SHÂLIH AL-‘ABÛD DISERTAI PUJIAN DAN PEMBELAAN BELIAU

Saudara Muhammad Shiddîq al-Kûrdî menceritakan :

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanyalah milik Allôh Rabb semesta alam. Shalawat, salam dan keberkahan semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan seluruh sahabat beliau…

Selepas sholat isyâ’ bertempat di Masjid an-Nabawî yang mulia, guru dan ustâdz kami yang mulia, al-‘Allâmah al-Muhaddits ‘Alî bin Hasan ‘Abdul Hamîd al-Halabî al-Atsarî berjumpa dengan Ma’âlî asy-Syaikh al-‘Allâmah DR. Shâlih bin ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman al-‘Abûd, pengajar di Masjid Nabawi yang mulia dan mantan rektor Universitas Islam Madinah.

Syaikh al-Halabî pun menyalami beliau. Tidak berapa lama kemudian, salah seorang ikhwah mengatakan kepada Syaikh Shâlih bahwa beliau adalah Syaikh ‘Alî bin Hasan ‘Abdul Hamîd al-Halabî, murid Syaikh al-Albânî. Betapa gembira Syaikh Shâlih dan beliau tersenyum di hadapan Syaikh kami yang mulia, ‘Alî al-Halabî…

Syaikh Shâlih al-‘Abûd berkata kepada Syaikh al-Halabî : “Saya memiliki naskah “surat” yang ditujukan untuk Anda dari Syaikh ‘Abdul ‘Azîz bin Bâz rahimahullâhu dan beliau memuji Anda…”

Continue Reading →

KOMENTAR TERHADAP SURAT USTADZ DZULQARNAIN KEPADA AL-‘ALLAMAH ASY-SYAIKH SHALIH AL-FAUZAN –HAFIDHAHULLAH –(BAGIAN 3)

Oleh: Abu Abdirrahman Abdullah bin Said al-Abawi – ‘afallahu ‘anh – . 

[Font Merah adalah Tulisan Ustadz Dzulqarnain, dan font hitam adalah komentar penulis]

Ustadz Dzulqornain berkata :

Pada kesempatan ini aku akan memaparkan hakekat perkara yang sesungguhnya yang berlaku pada Akh Firanda dan para sahabatnya di Radio dan Televisi Rodja. Dan aku mengharapkan arahan dan petunjuk dari Fadhilatus Syaikh yang mulia :

Saya akan menjelaskan perkara-perkara berikut ini :

Pertama : Kami memuji Allah dan bersyukur kepadaNya bahwasanya dakwah salafiyah di Indonesia di atas kebaikan yang besar. Seseorang akan takjub jika melihat antusias para masyarakat di banyak daerah di Indonesia. Tersebar markas-markas ilmu, pondok-pondok al-Qur’an dan al-Hadits.

Komentar : Benar ya Ust. Dzulqarnain, kemajuan dan perkembangan Da’wah Salafiyyah di negeri ini sangat menggembirakan, tetapi kapan ya ustadz?! Continue Reading →

KOMENTAR TERHADAP SURAT USTADZ DZULQARNAIN KEPADA AL-‘ALLAMAH ASY-SYAIKH SHALIH AL-FAUZAN –HAFIDHAHULLAH –(BAGIAN 2)

Oleh: Abu Abdirrahman Abdullah bin Said al-Abawi – ‘afallahu ‘anh – . 

 [Keterangan : Nukilan dari Ustadz Dzulqarnain berwarna merah, tulisan berwarna hitam adalah komentar penulis]

Al-Ustadz Dzulqornain menulis :

Kepada Guru dan Orang Tua kami yang mulia

Komentar : Alangkah indahnya bahasa dan kalimat-kalimat ini

Al-‘Allaamah Sholeh bin Fauzan Al-Fauzan –semoga Allah menjaganya

SEMOGA ALLAH MENJAGA DAN MEMELIHARA BELIAU DARI PENIPUAN PARA PENIPU, MAKAR PARA PEMBUAT MAKAR dan TIPU DAYA PARA PEMBUAT TIPU DAYA

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarokaatuhu
Aku memohon izin kepada Fadhilatus Syaikh untuk memaparkan sebagian permasalahan dakwah

Continue Reading →

KOMENTAR TERHADAP SURAT USTADZ DZULQARNAIN KEPADA AL-‘ALLAMAH ASY-SYAIKH SHALIH AL-FAUZAN –HAFIDHAHULLAH (BAGIAN 1)

Oleh: Abu Abdirrahman Abdullah bin Said al-Abawi – ‘afallahu ‘anh – .

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته،

بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين –نبينا محمد- وآله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أما بعد؛

Penulis komentar ini (semoga Allah menetapkannya di atas Manhaj Salaf hingga hembusan nyawanya yang terakhir) telah membaca dan mencermati dengan seksama surat saudara Dzul Qarnain (semoga Allah memberi hidayah kepadanya untuk menjadi orang yang jujur dan berjiwa besar meninggalkan kebatilan) dan bantahan/sanggahan ust. Firanda  (saddadallahu khuthaah, semoga Allah meluruskan langkah-langkah beliau) terhadap surat tersebut yang secara umum “laa ba’sa bihi” (tidak mengapa) wa jazaahullahu khairon. Namun ada beberapa hal yang ingin penulis komentari dari bantahan tsb. dan dari surat ustadz Dzulqarnain, dengan bismillah wa bihi asta’iin saya menulis kometar ini: Continue Reading →

Sekali Lagi Tentang Vonis Bid’ah Terhadap Syaikh Ali al-Halabi
roses

AL-ALLÂMAH HAMDÎ ‘ABDUL MAJÎD AS-SALAFÎ AL-KURDÎ MENOLAK VONIS BID’AH SYAIKH RABÎ’ TERHADAP SYAIKH ‘ALÎ AL-HALABÎ DAN SYAIKH ABUL MANÂR AL-‘ILMÎ

Al-Kurdî al-Atsarî menuturkan :

“Syaikh Hamdî ‘Abdul Majîd as-Salafî al-Kurdî adalah seorang ahli hadits Iraq. Beliau termasuk diantara murid pertama Syaikh al-Albânî –rahimahullâhu-. Saya mendengarkan sendiri dengan kedua telinga saya bahwa Syaikh (Hamdî) menceritakan, bahwa beliau bertemu (pertama kali) dengan Syaikh al-Albânî pada tahun 1954, dan ini adalah tahun di mana ayahku baru dilahirkan.

Syaikh Hamdi mengisahkan bahwa beliau duduk bermajelis di pelajaran Syaikh (al-Albânî) di Siria pada tahun 1954-1956. Syaikh pada saat itu memberikan pelajaran “Tafsîr Ibnu Katsîr”, “Fathul Majîd” dan saya mengira beliau juga mengatakan, “ar-Raudhatun Nadiyah”. Continue Reading →

SEKALI LAGI TENTANG SYAIKH MUHAMMAD HASSAN AL-MISHRI
nasehat

Asy-Syaikh al-Muhaddits ‘Abdullâh bin Shâlih al-‘Ubailân

Berikut ini adalah transkrip percakapan seorang penuntut ilmu dengan Asy-Syaikh al-Muhaddits ‘Abdullâh bin Shâlih al-‘Ubailân hafizhahullâhu via telepon. Dalam percakapan ini, Syaikh mendukung pendapat Syaikh ‘Ali al-Halabî dan masyaikh Syam akan kesalafiyahan Syaikh Muhammad Hassân.

Syaikh : Na’am (iya)*

[Catatan : Ini adalah adab seorang ulama yang patut ditiru, yaitu beliau berupaya menghindarkan diri dari tasyabbuh (menyerupai) kaum kafir dengan sering mengawali percakapan di telepon dengan kata “hallo”, dan lebih memilih untuk mengucapkan “iya”, pent.]

Penanya : Assalâmu ‘alaikum warohmatullâhi wabarokâtuh

Syaikh : Wa’alaikum as-Salâm warohmatullâhu wabarokâtuh Continue Reading →

MU’ÂWIYAH BIN ABỈ SUFYÂN : SAHABAT YANG DIZHALIMI

Imâm Abû Zur’ah ar-Râzi rahimahullâhu pernah berkata :

إِذَا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يَنْتَقِصُ أَحَدًا مِنْ اَصْحَابِ الرَّسُوْلِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاعْلَمْ أَنَّهُ زِنْدْيِقُ!!!

’Jika engkau melihat ada orang yang mencela salah seorang sahabat Rasulullôh Shallallâhu ‘alaihi wa Sallam maka ketahuilah bahwa dia adalah zindîq!!!..” [Al-Kifâyah karya al-Imâm al-Khâthib al-Baghdâdî (hal. 97); Lihat pula al-Anwârul Kâsyifah karya Syaikh Alî Hasan al-Halabî, Dârul Ashâlah, cet. I, 1411 H/1991 M, halaman 11.]

Banyak sekali tuduhan yang dilontarkan kepada para Sahabat NAbî yang mulia, terdepan di antara mereka yang sering dicela dan dihujat adalah Mu’âwiyah bin Abî Sufyân radhiyallâhu ‘anhu.

Syî’ah, Khowârij, Mu’tazilah hingga beberapa pergerakan (harokah) modern turut mengambil bagian di dalam mencemarkan hak sahabat Mu’âwiyah. Kita ambil misalnya, Sayyid Quthb ghofarollôhu lahu wa lanâ, beliau tidak hanya mencela Mu’âwiyah, namun juga ‘Utsmân bin ‘Affân, bahkan lebih dari itu, beliau juga mencela para NAbî seperti NAbî Musa ‘alaihis Salam. Continue Reading →

Peran Hawa Nafsu Dalam Menyulut Api Perselisihan

Berikut ini adalah sebuah artikel bermanfaat yang saya nukil dari situs yang sarat faidah www.direktori-islam.com. Artikel ini disusun oleh seorang penuntut ilmu senior di al-Jazair, beliau adalah Syaikh Mukhtar al-Akhdhar Thibawi hafizhahullahu. Bagi yang sering membaca forum ilmiah www.kulalsalafiyeen.com mungkin tidak akan asing dengan nama beliau. Beliau sangat aktif di dalam menulis artikel dan makalah-makalah yang bermanfaat, khususnya dalam masalah bantahan-bantahan dan klarifikasi bagi orang-orang yang ekstrem dan berlebih-lebihan di dalam beragama dengan kedok pembelaan manhaj salaf. Namun pada hakikatnya, aktivitas kaum yang ghuluw ini tidak lebih dari sikap hizbiyyah dan ashobiyyah jahiliyah.

Dan di bawah ini adalah salah satu tulisan beliau, yang telah diterjemahkan oleh tim direktori-muslim -Jazzahumullahu khayral jazaa’- yang penuh dengan faidah dan manfaat. Semoga Alloh membalas Syaikh dengan kebaikan yang berlimpah, memberkahi amal dan ilmu beliau serta memanjangkan usia beliau di dalam ketaatan kepada Alloh Azza wa Jalla. Syaikh hafizhahullahu berkata : Continue Reading →

PANDANGAN AL-MUHADDITS ‘ABDULLÂH AL-‘UBAILÂN TENTANG JUM’IYAH IHYÂ` AT-TURÔTS KUWAIT

Pertanyaan :

Fadhîlatu asy-Syaikh, Assalâmu’alaykum Warohmatullâhi Wabarokâtuh

Alloh tahu bahwa saya benar-benar mencintai Anda. Akan tetapi, di sela-sela kunjunganku hari ini di situs Anda, ada sebuah rekaman yang berjudul “ad-Da’wah al-Islâmiyah Wâqi’ wa Thumûhât” (Dakwah Islam antara Realita dan Angan-Angan). Ketika mendengarkan awal kajian ini, saya dapati bahwa ceramah ini merupakan jawaban undangan dari Jum’iyah Ihyâ` at-Turôts, padahal sejauh pengetahuan saya, bahwa jum’iyah ini adalah jum’iyah hizbiyah (lembaga sektarianisme/partisan) yang menyokong kaum hizbiyyun (partisan). Saya mengharap syaikh yang mulia sudi menjelaskan hal yang telah membuatku menjadi bingung ini. Sebab, saya dengar bukan hanya seorang ulama salafiyin saja yang telah menvonis bid’ah jum’iyah ini, seperti : Syaikh Rabî’ al-Madkhalî, Syaikh Muqbil al-Wâdi’î, Syaikh ‘Ubaid al-Jâbirî dan Syaikh Falâh Ismâ’îl Mandakâr dan masih banyak lagi selain mereka.

Wassalâmu’alaikum. Continue Reading →

%d bloggers like this: