TIDAK SEMUA BERHAK BICARA POLITIK

 Oct, 16 - 2016   no comments   BantahanNasehat UlamaSharing Bermanfaat

​‌?‌?‌?‌?‌?‌?‌? ‌?‌?‌?‌?‌?

                ــــــ ❉ ❉ ❉ ❉ ❉ ــــــ
TIDAK SEMUA BERHAK BICARA POLITIK
سُئل العلامة ابن عثيمين رحمه الله :

▪Al-‘Allâmah Ibnu ‘Utsaimîn _rahimahullâhu_ ditanya :
فضيلة الشيخ : يكثر في بعض المجالس الكلام عن السياسة ، وعندما تنكر عليهم ، يقولون : السياسة من الدين . بل إنهم يقعون في الغيبة ، وما يميز مجلسهم هو وجود ذكر الله فيه ، فما رأيك في جلوسي معهم ؟

▫Syaikh yang mulia, di sejumlah majelis banyak dibicarakan tentang masalah politik. Ketika mereka diingatkan, mereka malah membantah bahwa *politik itu bagian dari agama*. Bahkan mereka seringkali jatuh kepada ghibah, hanya saja yang membedakan majelis mereka ini adalah disebutkannya nama Allah (dzikir) di dalamnya. Apa pandangan Anda jika duduk bermajelis dengan mereka? 

فأجاب – رحمه الله تعالى – :

▪Beliau _rahimahullâhu_ menjawab :
أنا رأيي : أن الكلام في السياسة في عامة الناس خطأ ؛ لأن السياسة لها رجال وأقوام ، رجالها ذوو السلطة والحكم ، أما أن تكون السياسة منثورة بين أيدي العوام وفي المجالس ؛ فهذا خلاف هدي السلف الصالح .

Pendapat saya, bahwa berbicara tentang politik di hadapan manusia secara umum adalah *keliru*. Karena politik itu ada individu dan orang-orangnya khusus (yang memang ahli tentangnya), yaitu orang-orang yang memiliki kekuasaan dan kedudukan.  Adapun menjadikan politik yang disebarkan ke lapisan awam dan majelis mereka, maka hal ini *menyelisihi petunjuk Salaf.*
فما كان عمر بن الخطاب ومن قبله كأبي بكر – رضي الله عنهما – يبثون سياستهم في مجامع الناس ، يلوكها الصغير والكبير ، والسفيه والعاقل ، أبدا ! ولا يمكن أن تكون السياسة هكذا .

▪Tidak pernah ‘Umar bin al-Khaththab dan orang sebelum beliau, yaitu Abu Bakr _radhiyallâhu’ anhuma_ membahas politik mereka di hadapan masyarakat umum, baik yang muda maupun yang tua, atau yang bodoh maupun yang pintar. Tidak pernah sama sekali! Tidak mungkin  politik (Islam) itu seperti ini… 
السياسة لها أقوام متمرسون فيها يعرفونها ويعرفون مداخلها ، ولهم اتصال بالخارج ، واتصال بالداخل ، لا يعرفه كثير من الناس .

▪Politik itu memiliki orang-orangnya yang spesialis di dalamnya, yang memahami politik dan jalan² masuknya. Mereka memiliki koneksi baik di luar maupun di dalam, yang tidak diketahui oleh banyak orang. 
ولا ينبغي للشباب وغير الشباب أن يمضوا أوقاتهم ويضيعوها في مثل هذا القيل والقال الذي لا فائدة منه .

▪Tidak sepantasnya para pemuda, atau selain mereka, membuang² dan menyia²kan waktu mereka di dalam bahasan yang banyak _qîla wa qôla_ (desas-desus)-nya yang tidak ada manfaatnya. 
ثم إنه قد يبدو لنا مثلًا أن صنيع واحد من الناس خطأ ، وقد يكون الصواب معه ؛ لأنه يعلم من الأمور ما لا نعلم نحن ، وهذا شيء مشاهد مجرب .

▪Terkadang, tampak bagi kita misalkan ada tindakan seseorang yang keliru, namun bisa jadi dia yang benar. Karena dia lebih mengetahui hal² yang belum kita ketahui. Ini adalah suatu hal yang bisa disaksikan dan teruji. 
وغالب الذين يتكلمون بالسياسة إنما يستنتجونها من أشياء لا أصل لها ولا حقيقة لها ، وإنما هي أوهام يتوهمونها ثم يبنون عليها ما يتكلمون به ، فيقفون ما ليس لهم به علم ، وقد قال الله تعالى : 

▪Umumnya orang² yang berbicara tentang politik, seringkali berangkat dari hal² yang tidak ada asalnya dan realitanya. Namun hanyalah asumsi² belaka yang ia gunakan sebagai dasar pembicaraannya. Mereka berbicara tanpa diiringi oleh ilmu, sebagaimana firman Allah ﷻ :

{ولا تقف ما ليس لك به علم إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسؤولا} .

“`Dan janganlah kamu mengatakan sesuatu yang tidak ada ilmunya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya ini akan dimintai pertanggungjawabannya.“` 
أما الجلوس معهم ؛ فما داموا على ذكر فاجلس معهم ، وإذا قاموا يخوضون هذا الخوض الذي لا فائدة فيه فانصحهم أولًا ، فإن اهتدوا فهذا هو المطلوب ، وإلا ففارقهم .

▪Adapun duduk bermajelis dengan mereka, maka selama mereka berbicara tentang Allah (dzikir), maka silakan duduk dengan mereka. Namun apabila mereka mulai masuk ke dalam pembicaraan yang tidak ada manfaatnya, nasehati dulu mereka. Jika mereka menerima, maka ini yang diinginkan. Jika mereka tidak mau menerima, maka tinggalkan mereka.
ثم إذا كان حضورك مجالسهم التي للذكر ، يؤدي إلى أن يغتروا بأنفسهم ، أو أن يغتر بمجيئك إليهم غيرهم فيقال : لولا أن هؤلاء على خير ما جاء إليهم فلان ولا فلان = فلا تأتي إليهم أيضًا حتى للذكر ؛ لأن أبواب الذكر -والحمد لله – كثيرة .

▪Kemudian, jika kehadiranmu di majelis mereka meskipun berbicara tentang Allah, dapat menyebabkan mereka tertipu dengan kehadiranmu, atau orang lain juga terkecoh dengan kedatanganmu, sampai² ada yang beranggapan : “Kalo seandainya mereka tidak benar, maka si Fulan dan Fulan tidak bakal mau mendatangi mereka,” maka dalam kondisi ini janganlah kamu menemui mereka walaupun itu majelis dzikir, karena pintu² majelis dzikir masih banyak, alhamdulillah. 
? https://youtu.be/sL1aMAW5nWU
? Cinere, 15 Muharam 1438 H

✏ @abinyasalma

? abusalma.net | bit.ly/rachdie

┏━━━━━━━━━━━━━━┓

                     _Shared by :_

     Grup WA, LINE & Channel TG

         *Al-Wasathiyah Wal I’tidål*

           Join TG : bit.ly/abusalma 

        Join LINE : bit.ly/line-awwi 

┗━━━━━━━━━━━━━━┛


Related articles

Silakan berikan tanggapan...

%d bloggers like this: