Kisah Syaikh Abdurrazzåq al-Badr dengan Syaikh al-Albånî

 Aug, 24 - 2016   no comments   FawaidKisah NyataSharing Bermanfaat

​? KISAH NYATA MENGAGUMKAN

Di dalam pengajian Syarh al-Âdabul Mufrod, Syaikh Prof DR Abdurrazzåq bin Abdilmuhsin al-Abbâd al-Badr hafizhahullåhu saat menjelaskan hadits  :

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ صَالِحٍ قَالَ: حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ عَنْ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ:

Abdullâh bin Shâlih menceritakan kepada kami bahwa beliau berkata, Mu’âwiyah menceritakan kepadaku, dari Abu Maryam, dari Abu Hurairoh radhiyallåhu ‘anhu bahwa beliau mendengarkan bahwa Nabi bersabda :

 “مَنْ لَقِيَ أَخَاهُ فَلْيُسَلِّمْ عَلَيْهِ فَإِنْ حَالَتْ بَيْنَهُمَا شَجَرَةٌ أَوْ حَائِطٌ ثُمَّ لَقِيَهُ فَلْيُسَلِّمْ عَلَيْهِ”.

Barangsiapa yang bertemu dengan saudaranya, maka hendaknya ia mengucapkan salam padanya. Sekalipun terpisah sebentar karena pohon atau penghalang kemudian bertemu kembali, maka tetap ucapan salam padanya.

? Syaikh ‘Abdurrazzåq al-Badr menceritakan :

وهذه سنة يغفل عنها كثير من الناس إما أنهم لا يعرفونها أو أنهم لا يعتنون بتطبيقها.

Sunnah ini seringkali dilalaikan oleh kebanyakan orang, entah karena mereka belum mengetahuinya atau karena enggan mengamalkannya

وأَذْكُــر كنتُ صغيرًا في السِّن وإلى جَنْب الشيـــخ الألبــــاني رحمة الله عليه هنا في المدينة وكنتُ أمشي بجنبه وَحْدنا، فَفَصل بيني وبينه سـاريـة فلما لقيني بعد السّارية التفتَ إليَّ مبتسمًا

Saya ingat ketika dulu saya masih anak², saya pernah berjalan di samping Syaikh al-Albånî rahmatullâh ‘alaihi di sini, di Madinah. Saya saat itu berjalan di samping beliau berdua saja. Kemudian kami terpisah karena ada pilar, tidak lama kemudian setelah melewati pilar tadi kami bertemu kembali. Lalu beliau menoleh kepadaku sembari tersenyum, dan mengucapkan :

 السلام عليكم

Assalamualaikum… 

قلتُ: وعليكم السلام. 

Saya pun menjawab, Wa’alaikumussalam. 

قال: لماذا سلَّمتُ عليك؟

Beliau bertanya (kepadaku) : (tahukah kamu) kenapa saya mengucapkan salam padamu?

[فمَا كنتْ أعرف هذا الحديث ولم يسبق لي معرفة به]، ابتسمتْ، وقلتُ له: السلام طيب.

Saya saat itu belum tahu tentang hadits ini, dan blm pernah ada yang memberi tahu sebelumnya kepadaku. Saya tersenyum dan mengatakan kpd beliau, “karena salam itu baik”. 

وذكر لي الحديث.فكانت أول معرفة لي بهذا الحديث من الشيخ رحمة الله عليه.

Beliau lalu menyebutkan hadits tersebut kepadaku. Awal mula saya mengetahui hadits ini adalah dari Syaikh (al-Albånî) Semoga Allåh merahmati beliau. 

? Syarh al-Âdab al-Mufrod kaset 133

✏ @abinyasalma

? Channel TG dan WAG _*al-Wasathiyah wal I’tidål*_


Related articles

Silakan berikan tanggapan...

%d bloggers like this: