KAJIAN USTADZ YANG BERCAMPUR

 Aug, 21 - 2016   no comments   Aqidah & ManhajSalafiyahTanya Jawab

*Pertanyaan*
Ada acara xxx menghadirkan pembicara Ust xxx yang kami kenal baik dan lurus manhajnya, namun pembicara satunya adalah ust xxx yang kata ust fulan manhajnya ga jelas. Kawan² pada berdebat antara yang membolehkan hadir dengan yang melarang. Bagaimana pandangan antum ustadz? 

*JAWAB*

Sebenarnya saya berulang kali mendapatkan pertanyaan yang sama. Nasehat saya pribadi :

1⃣ Yang tdk mau hadir, silakan tdk usah hadir. Dan tdk perlu memaksa orang lain agar jangan hadir. 

2⃣ Yang mau hadir juga silakan. Tidak usah memaksa orang lain yg tidak mau ikutan hadir supaya hadir. 

3⃣ Jika mau _istifådah_ (mengambil faidah), maka silakan ambil dari ust yg antum merasa aman dan nyaman dengannya. Yg Antum meyakini lurus aqidah dan manhajnya. 

4⃣ Orang yg antum merasa ragu dengannya, ya tinggalkan. Tapi tdk usah memaksa orang lain berpendapat seperti antum. 

5⃣ Jika *diketahui* bahwa yang hadir ada 2 pembicara atau lebih, dimana :

➖yg satu org yg antum kenal baik aqidah dan manhajnya. 

➖Yg satu antum tidak mengenalnya, atau ragu dengannya. 

Maka, tiap orang berbeda² kondisinya sesuai dengan ilmu dan pemahamannya. Karena itu silakan :

▪Ga usah hadir sama sekali, bagi antum yang merasa khawatir diri antum akan jatuh kepada syubuhat dan fitnah. 

▪Hadir mendengarkan dari Ust yg antum kenal dan tenang dengannya. Lalu setelah itu  pulang atau keluar. 

▪Hadir mendengarkan acara sampai selesai, *jika antum memiliki _basic_ dan mampu ber- _tamayyuz_ (memilah²) serta aman dari fitnah.* 

6⃣ Jangan sibukkan dengan bantah membantah dan berdebat, apalagi karena sebab berbeda pendapat ttg si ust Fulan dan Alan. 

7⃣ Belajarlah, untuk mengenali kebenaran itu dari hujjah dan dalil, bukan mengenali kebenaran dari person atau figur. Karena kata para salaf :

الحق لا يعرف برجل ولكن الرجل يعرف بالحق 

_Kebenaran itu tdk dikenal (baca: ditimbang) dari person, tapi person dikenal (ditimbang) dari kebenaran yg ada padanya._

8⃣ Apabila kita melihat seseorang yang menurut kita keliru, lebih baik kita lakukan dua hal :

➖ Jika kita mampu mengingatkan langsung, maka ini yg dituju dan lbh utama. 

➖Jika kita tdk mampu mengingatkan langsung, maka doakan kebaikan dan hidayah padanya. 

⚠ jangan malah sibuk mengomentari, mengkritisi atau sampai mendiskreditkannya. Yg mana hal ini dapat mejatuhkan diri kepada perbuatan _ghibah_ dan ghibah itu adalah salah satu dosa besar yg serupa dengan memakan daging saudara kita sendiri. 

9⃣ Sibukkan diri melihat kekurangan dan aib kita sendiri. Karena tdk ada satupun dari kita yang paling sempurna aqidah dan manhajnya apalagi akhlaknya. Jangan pernah merasa lebih _superior_ dari orang lain, apalagi menganggap orang lain _inferior_ atau lbh rendah dari kita. Ini adalah salah satu _talbis_ atau perangkap iblis kpd para Penuntut Ilmu yg katanya “sunnah”. 

? dahulukan husnuzhan dan memberikan _udzur_ kepada saudara yg kita kenal baik saat melakukan kekeliruan. Dahulukan _tabayyun_ dahulu atas segala info yang ada, dan utamakan nasehat bukan menvonis atau menjudge. 
Wallahu a’lam.

✏@abinyasalma


Related articles

Silakan berikan tanggapan...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: