MUSNAHNYA AMALAN

🔥 MUSNAHNYA AMALAN 🔥

Ibnul Qoyyim rahimahullâhu berkata :

Apabila ada yang bertanya, “bagaimana amal perbuatan bisa sirna tanpa menjadi murtad?”

Maka dijawab :
👉 Iya, Al-Qur’ân, as-Sunnah dan riwayat dari sahabat telah menunjukkan bahwa keburukan dapat menghilangkan kebaikan, sebagaimana kebaikan dapat membuat keburukan sirna.

:idea:Allâh Ta’âlâ berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ

“Hai orang² yang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekah kalian dengan menyebut²nya dan menyakitinya. ” (QS al-Baqoroh : 264)

:idea:Dan firman-Nya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ َآمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صوت ِالنَّبِيِّ وَلَا تَجهروا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ ٍأَن تَحْبَطَأَ َأَعْمَالُكُمْ وَأَنتُم ْلَا تَشْعُرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengangkat suara kalian melebihi suara Nabi, dan janganlah kalian mengeraskan perkataan sebagaimana kalian berbicara dengan keras diantara kalian, agar amalan kalian tidak hilang sedangkan kalian tidak merasakannya. ” (QS al-Hujurât : 2)

🔆 Aisyah berkata kepada Ummu Zaid bin Arqam :

اخبري زيدا انه قد أبطل جهاده مع رسول الله صلى الله عليه وسلم إلا أن يتوب – لما بايع بالعينة

“Sampaikan kepada Zaid bahwa dia telah menghilangkan (pahala) jihadnya bersama Rasulullah tatkala dirinya bertransaksi dengan sistem jual beli ‘inah (yang mengandung unsur riba) kecuali apabila ia bertaubat.”

🔆 Imam Ahmad telah menegaskan hal ini sembari berkata :

ينبغي للعبد في هذا الزمان أن يستدين ويتزوج، لئلا ينظر إلى ما يحل له فيحبط عمله

“Sepatutnya seorang hamba di zaman ini bersikap religius dan menikah, agar ia tidak memandang kepada sesuatu yang tidak halal baginya sehingga amalnya pun sirna. ”

👉 Ayat² yang berisi komparasi di dalam al-Qur’an menunjukkan hal ini, yaitu sebagaimana keburukan dapat hilang lantaran kebaikan yang lebih besar, maka demikian pula dengan pahala kebaikan yang dapat sirna oleh sebab kejelekan yang lebih besar darinya.

📚 Al-Wâbil ash-Shayib (hal 24) cet Dâr Ibnil Jauzî
📝 Redaksi Arab dishare oleh Ust Tauhidin Rusdi Sahal, dikutip dari catatan kaki kutaiyib (buku kecil) yang berjudul “Ta’zhîmus Sunnah” karya Abdul Qoyyum as-Sahaibânî
✏ Dialihbahasakan oleh Abû Salmâ Muhammad

**********
✏ @abinyasalma (Twitter & Instagram)
💻 abusalma.net || rachdie.wordpress.com
📱 081554090003
(Whatsapp dan Telegram)
📌Dishare di Grup Al-Wasathiyah wal I’tidâl


Related articles

Silakan berikan tanggapan...

%d bloggers like this: