7 WASIAT SYAIKH ALI HASAN AL-HALABI

 Aug, 16 - 2015   no comments   FawaidNasehat UlamaSharing Bermanfaat

(Saat penutupan Dauroh Syar’iyyah Ke-16 di Trawas Mojokerto, Jum’at, 29 Syawwal 1436 H/14 Agustus 2015)

Syaikh Ali Al-Halabî hafizhahullâhu menasihatkan kepada para du’ât dan asâtidzah salafîyîn sbb :

1⃣ Hendaknya memprioritaskan ilmu syar’î baik dengan cara belajar maupun mengajarkannya.
Ibnul Mubârak pernah ditanya:
إلى متى تطلب العلم؟
“sampai kapan Anda menuntut ilmu?”
Beliau menjawab :
لعل المسألة التي فيها نجاتي لم أتعلمها إلى الآن!
“Boleh jadi permasalahan yang menjelaskan keselamatan diriku blm pernah aku pelajari sampai saat ini.”

2⃣ Antusias di dalam dakwah di jalan Allâh, karena dakwah adalah thorîqoh (jalan) para nabi dan rasul serta jalannya orang² yang shalih, dan dakwah ilallâh merupakan sebaik² seruan.
Allâh Ta’âlâ berfirman :
ومن أحسن قولا ممن دعا إلى الله وعمل صالحا
“Siapakah yang lebih baik ucapannya daripada orang yang berdakwah kepada Allâh dan beramal Shâlih… ”

3⃣ Bersikap lembut terhadap mad’û (obyek dakwah), berhias dengan akhlak yang mulia, berbicara dengan baik dan bersikap ramah terhadap mereka.
Betapa banyak dakwah selain dakwah kita yang bisa berlemah lembut terhadap umat sedangkan dakwah salafiyah lebih utama untuk bersikap lembut terhadap umat dibandingkan mereka.
Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyah berkata :
أهل السنة هم اعرف الناس بالحق وارحم الناس بالخلق
“Ahlus sunnah adalah kaum yang lebih mengetahui kebenaran dan lebih bersikap kasih sayang terhadap makhluk. ”

4⃣ Saling bekerja sama (ta’âwun) diantara du’ât, memaklumi kesalahan sebagian saudara kita di dalam perkara ijtihadiyah dan menutup pintu² syaithan yang dapat mencabik² persatuan du’ât salafîyîn.
Sesungguhnya syaithan sudah berputus asa memusyrikkan kita, namun ia mampu masuk ke jalan lain, yaitu merusak hubungan diantara para du’ât.
Sesungguhnya misi syaithan adalah merusak dan mencabik barisan ahlus sunnah, karena itu segala aktivitas yang mengajak kepada perusakan hubungan termasuk membantu misi syaithan…
Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa Salam bersabda :
لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
“Tidaklah salah seorang diantara kalian dikatakan beriman, sampai dia mencintai apa yang ada pada saudaranya seperti yang ia cintai apa yang ada pada dirinya. ”

5⃣ Mengobati problematika dan masalah yang muncul, baik di dalam dakwah, umat maupun negara, dengan cara saling bekerjasama diantara du’ât, saling bermusyawarah dan menasehati.

6⃣ Berkomitmen menjaga hubungan diantara para du’ât dalam rangka membantah para penyeleweng, baik itu kalangan sekuler, liberalis, Râfidhah, Syiah, dan lainnya, dengan metode yang tepat dan efektif, argumentasi dan dalil yang kuat dan kokoh, namun tetap dengan santun dan lembut. Karena berdasarkan pengalaman selama puluhan tahun, bahwa bangsa Indonesia ini lebih efektif diperbaiki dengan cara yang lemah lembut dan santun.
Allâh Ta’âlâ berfirman :
فبما رحمة من الله لنت لهم ولو كنت فظا غليظ القلب لانفضوا من حولك
“Lantaran rahmat dari Allah lah kamu dapat bersikap lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu (wahai Muhammad) bersikap keras hati terhadap mereka niscaya mereka akan lari menjauh darimu. ”

7⃣ Antusias dalam mempelajari (dan mengajarkan) Bahasa Arab, karena al-Qur’an dan sunnah nabi semua dalam bahasa Arab.
Sesungguhnya bahasa Arab itu adalah kunci memahami Islam, tanpa pengetahuan akan bahasa Arab, bagaimana bisa memahami agama ini? Karena itu, tetaplah belajar dan mengajarkan bahasa Arab.

**********
✏ @abinyasalma (Twitter &  Instagram)
💻 abusalma.net || rachdie.wordpress.com
📱 081554090003
(Whatsapp dan Telegram)

📌 Dishare di Grup Al-Wasathiyah wal I’tidâl


Related articles

Silakan berikan tanggapan...

%d bloggers like this: