KENAPA DUNIA DISERUPAKAN DENGAN AIR?

 Aug, 05 - 2015   no comments   FawaidIbrahNasehat UlamaSharing Bermanfaat

Faidah yang anggun mempesona dari Imam al-Qurthûbî rahimahullâhu tatkala beliau menerangkan alasan mengapa Allâh subhânahu menyerupakan dunia dengan air sebagaimana dalam firman Allâh Ta’âlâ :

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ
“Dan buatlah perumpamaan bagi mereka bahwa kehidupan dunia itu seperti air yang Kami turunkan dari langit… ” [QS al-Kahfi : 45]

Seorang ulama yang arif menjelaskan :
Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ menyerupakan dunia dengan air, (dengan beberapa alasan)  :

1⃣ Bahwa air itu tidak diam menetap di suatu tempat, demikian pula dengan dunia yang tidak tetap dengan satu kondisi yang sama.

2⃣ Bahwa air itu bisa (mengalir) pergi tidak tetap, demikian pula dengan dunia yang bersifat fana tidak kekal.

3⃣ Bahwa air itu, seseorang tidak akan mampu masuk ke dalamnya tanpa basah, demikian pula dengan dunia, seseorang tidak akan mampu selamat dari fitnah dan bahayanya.

4⃣ Bahwa air itu, apabila (digunakan) secara proporsional kadarnya niscaya bermanfaat dan dapat menumbuhkan (tanaman), namun apabila melebihi batas berpotensi mendatangkan bahaya yang dapat membinasakan. Demikian pula dengan dunia, (jika digunakan) secukupnya bermanfaat namun apabila mengambil lebih dapat membahayakan.

📚 al-Jâmi’ li Ahkâm Al-Qur’ân karya al-Qurthûbî (289/13)

: فائدة  جليلة وجميلة  للقرطبي رحمه الله حينما قال :

“لماذا شبّه الله – سبحانه – الدّنيا بالماء” عند قوله تعالى :
 “واضرب لهم مثَلَ الحياة الدنيا كماءٍ أنزلناه من السّماء…”      
45 الكهف .

قال الحكماء:
شبّه الله – سبحانه وتعالى – الدُّنيا بالماء:
1 ﻷنّ  الماء  ﻻ  يستقرّ  في  موضع، كذلك الدُّنيا ﻻ تبقى على حالٍ واحدة.

2- وﻷنّ الماء يذهب وﻻ يبقى، 
فكذلك الدنيا تفنى. ولاتبقى.

3- وﻷنّ الماء ﻻ يَقدر أحدٌ أن  يدخله وﻻ يبتلّ، وكذلك الدُّنيا ﻻ يسلم أحدٌ من فتنتها وآفتها.

4- وأنّ  الماء  إذا  كان  بقدرٍ  كان  نافعًا  مُنبتًا،  وإذا  جاوز  المقدارَ كان ضاراًّ مُهلكًا، وكذلك الدُّنْيَا، الكفافُ منها ينفع،  وفضولُها يضرّ”.

الجامع ﻷحكام القرآن  للقرطبيّ  289/13

✏ Naskah Arab dishare oleh al-Ustâdz Ahmad Zainudin di grup Multaqō ad-du’ât ilallâh
✏ Dialihbahasakan oleh Abû Salmâ Muhammad
@abinyasalma | abusalma.net


Related articles

Silakan berikan tanggapan...

%d bloggers like this: