Kebanyakan Mentahdzir Bukti Ilmunya Sedikit

 Aug, 02 - 2015   no comments   BantahanNasehat UlamaTahdzir

(Faidah Ceramah Syaikh Dr. Hisban Al-Anazi dari Kuwait)

قيل : من كثر علمه قل إنكاره، ومن قل علمه كثر إنكاره
🍀Dikatakan: “Barangsiapa yg banyak ilmunya maka sedikit sikap pengingkarannya (menyalahkan)  dan sebaliknya barangsiapa yg sedikit ilmunya maka banyak sikap pengingkarannya (menyalahkan) ”

➡Seorang alim yg telah memahami banyak disiplin ilmu baik fikih maupun yang lainnya, juga ttg ikhtilaf pendapat diantara ‘ulama disertai mengetahui hujjah2 mereka,  maka niscaya akan banyak memberikan udzur kepada saudaranya yg memiliki pendapat yg berbeda dg dirinya.

➡Kecuali jika dalam masalah usul maka sikap seorang ‘alim akan tegas dan  berusaha menegakkan hujjah kepada yg berselisih dg nya.

➡Maka banyaknya sikap saling tahdzir sebagian ahlus sunnah kepada ahlus sunah menunjukan sedikitnya ilmu mereka. Maka sibukkanlah diri dengan THOLABUL ILMI.

➡Kasus saling tahdzir ini memang musibah buat dakwah yg penuh diberkahi ini,  baik yg terjadi di timur maupun baratnya.

➡Lihatlah para ulama semisal Syeikh bin baz, Syeikh al-‘Utsaimin dan Syeikh Al-Albani,  apakah mereka menyibukkan diri mereka dlm hal ini??? (maksudnya tahdzir) .

➡Seharusnya jika seseorang ingin mengingkari suatu kemungkaran maka ia wajib mengetahui bahwa sesuatu yg mau diingkari itu benar2 mungkar menurut syariat,  dan itupun tetap melihat maslahat dan mafsadatnya. Jika justeru menimbulkan mafasadat maka sebaiknya tinggalkan.

➡Jika yg mau diingkari itu hanya sekedar menurut prasangkaanya adalah kemungkaran maka tdk boleh diingkari. Karna menilai suatu kemungkaran harus berdasarkan ilmu.

➡Jika perbedaan  dlm permasalahan ijtihadiyyah yg berdasarkan dalil yg shohih maka juga tdk boleh saling tahdzir.

➡Sangat disayangkan banyak terjadi tahdzir meski dalam permasalahan ikhtilaf yg masih dimaklumi dan diperbolehkan. Tidak jarang juga dalam mentahdzir sampai menjatuhkan kehormatan saudaranya sesama muslim,  padahal mencela kehormatan sesama muslim adalah kefasikan.

Wallahul musta’an.

Desa Gunungjaya
,  Kec. Cisaat,  Kab. Sukabumi
🏤Ma’had Al-Ma’tuq Sukabumi
📅30 Juli 2015
📝Tauhiddin Ali Rusdi Sahal

Tambahan Faidah:

Syaikh Dr. Hisban berkata:
هم يخطئون ولا يبدعون
Mereka (para Salaf) menyalahkan (dlm perkara yg memang salah) namun  tanpa mebid’ahkan (menghukumi pelakunya jadi ahli bid’ah).

➡Namun yg jadi musibah sebagian kaum muslimin terkadang bermudah2an dalam membid’ahkan saudaranya sesama muslim. Takutlah kepada Allah bhw semua ini akan dihisab.


Related articles

Silakan berikan tanggapan...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: