Sepercik Kisah Tabligh Akbar Di Istiqlal: Antara Fadhilatus Syaikh Abdurrazzaq dan Al Ustadz Al Fadhil Firanda Andirja

 Sep, 01 - 2014   no comments   IbrahSerba-Serbi

Oleh: al-Ustadz Ahmad Zainuddin

Ketika Pujian Fadhilatus Syaikh Abdurrazzaq yang ikhlas karena Allah Ta’ala (saya kira begitu dan Allah lebih mengetahui) untuk Al Ustadz Al Fadhil Firanda Andirja -semoga Allah menjaga mereka berdua- dibalas dengan tawadhu’ yang ikhlas (saya kira begitu dan Allah lebih mengetahui) dari Al Ustadz Al Fadhil Firanda yang tidak mau meneterjemahkan pujian untuk dirinya padahal Fadhilatus Syaikh Abdurrazzaq telah memerintahkan Al Ustadz Al Fadhil Firanda untuk menerjemahkan, tetapi Allah ingin Al Ustadz Firanda tetap dipuji, maka akkhirnya ada Ustadz Hamzah Abbas yang menerjemahkan pujian tersebut. Masya Allah!!! Ini bukan settingan…
Semoga keduanya masuk ke dalam hadits
أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِى الأَرْضِ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِى الأَرْضِ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِى الأَرْضِ
Artinya: “Kalian adalah saksi-saksi Allah di bumi, Kalian adalah saksi-saksi Allah di bumi, Kalian adalah saksi-saksi Allah di bumi”. HR. Muslim.
(semoga hadits di atas termasuk pujian Fadhilatus Syaikh Abdurrazzaq untuk Al Ustadz Al Fadhil Firanda Andirja –semoga Allah menjaga mereka berdua)
وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ
Artinya: “Dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah melainkan pasti Allah akan mengangkatnya”. HR. Tirmidzi
(semoga hadits diatas termasuk tawadhu’ Al Ustadz Al Fadhil Firanda Andirja yang tidak mau menerjemahkan pujian untuk dirinya.

Semoga antum berdua dijaga oleh Allah dan diberikan husnul khatimah.
ttd
muhibbukuma Ahmad Zainuddin

Catatan Abu Salma:
Demikianlah, para ulama dan duat salafiyyin yang saling mencinta karena Alloh di jalan Alloh. Mereka saling membahu dan kerja sama di jalan Alloh, saling menasaheti karena Alloh dan saling memuji karena Alloh pula.
Ustadzuna Ahmad Zainudin al-Banjari adalah termasuk orang yang tawadhu’ (wa laa nuzakki ‘alallohi ahada) insya Alloh dan beliau bersedia menjadi host (pembawa acara)  dalam salah satu kajian di yufid.tv (tentang Iedul Fighting) yang bertugas sebagai seorang penanya, dan Fadhilatul Ustadz Firanda yang saat itu menjadi nara sumber yang ditanya.
Ustadz Ahmad Zainuddin tidak merasa malu atau enggan ketika menjadi seorang penanya yang tampak seperti seorang yang haus akan ilmu.
Demikianlah akhlak dan sifat ustadz-ustadz kita hafizhahumullahu yang satu dengan lainnya saling mencintai karena Alloh.
Semoga Alloh mempersatukan seluruh kaum muslimin dan mempertautkan hati-hati salafiyyin.
Amin ya Robbal ‘Alamin.

Posted from WordPress for Android


Related articles

Silakan berikan tanggapan...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: